Review ASUS X550JX Notebook Gaming Harga Miring

Setiap orang biasanya mendambakan sebuah notebook yang memiliki spesifikasi tinggi. Hal itu dikarenakan perangkat tersebut menjanjikan performa yang memukau, cepat, serta dapat melahap berbagai macamperintah, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Hanya saja, lazimnya perangkat notebook seperti itu pastinya tidak akan dibanderol dengan harga murah. Disebabkan rincian spesifikasinya yang tinggi, biasanya dilengkapi prosesor terbaru, kartu grafis mutakhir, dan kapasitas memori serta storage yang besar, wajarlah bila laptop demikian akan dilego dengan harga selangit. 
 
Perangkat demikian lazimnya dikemas dalam sebuah notebook gaming, yang dibalut dengan bodi bercangkang alumunium agar terlihat lebih elegan. Tetapi bagi Anda yang berbudget terbatas, jangan sedih dulu. Sebab sebenarnya ada notebook alternatif, yang memang dipersiapkan untuk menjadi varian laptop gaming kelas pemula, atau umumnya dikenal dengan nama entry level gaming. Meskipun dilabeli dengan embel-embel notebook gaming terjangkau atau “untuk pemula”, tetapi konfigurasi spesifikasinya tidaklah bisa dianggap remeh. Jadi jangan hanya karena titel “entry level” maka And dapat menjustifikasinya ada di level paling bawah, tentu tidak. Lihat saja, ada beberapa nama dari merek vendor tertentu yang juga menyuguhkan perangkat seperti itu. Lenovo punya seri notebook entry gaming Z70, Dell memiliki Inspiron i7559, dan MSI mengandalkan GP62 Leopard Pro. Semuanya adalah seri notebook gaming yang dibanderol dengan harga lebih murah dari notebook gaming biasanya. 
 

 
Nah, kali ini GudangGaming berkesempatan untuk mengulas salah satu notebook di kelas entry level gaming milik salah vendor asal Taiwan, ASUS. Lahir dari generasi notebook consumer yang mengambil ceruk pasar gamer pemula, notebook ini dinamakan dengan ASUS X550J. Sedikit gambaran, notebook ini juga merupakan laptop gaming yang berada sedikit di bawah level ASUS ROG GL552 dari sisi spesifikasi. Dari sisi harganya pun sama, perangkat ini dibanderol jauh lebih murah dari seri ROG tersebut. Lantas seperti apa sebenarnya kekuatan notebook yang dipersiapka untuk para gamer pemula ini? Bisakah dia memuaskan penggunanya dari sisi performa maupun untuk dijadikan pendamping hiburan, semisal untuk bermain game hingga mengedit video. Anda dapat menyimak ulasan berikut ini.
 
Desain Fantastik dan Futuristik
 
ASUS X550J, menurut pengamatan penulis, memiliki desain yang cukup unik dan menarik. Dibalut dengan warna hitam glossy secara keseluruhan pada bagian LID cover, ada garis garis detail berwarna merah yang keren disisi kanan dan kirinya. Corak-corak merah itu pun juga masuk hingga ke bagian dalam (bodi) notebook. Garis-garis merah ini sekilas menimbulkan kesan yang futuristik pada X550JX. Jika diamati secara seksama, Anda akan mendapati detil corak merah itu seperti menyala ketika terpantul cahaya. Berbeda dengan desain berwarna glossy di bagian cover depan, tubuh bagian dalam justru diberikan warna hitam dof. Desain keyboard mirip dengan papan ketik milik ROG, dengan huruf berwarna merah. Terdapat logo SonicMaster dibagian kanan notebook, serta rincian spesifikasi dibagian bawah berdekatan dengan touchpad.
 
 
 
Desain touchpad-nya juga cukup berbeda, terdapat garis tipis berwarna merah berbentuk persegi panjang yang mengelilingi wadah papan sentuh itu. Seperti biasa di bagian cover notebook terdapat logo ASUS berwarna putih mengkilap. X550J memiliki ruang ventilasi udara pembuan panas disebelah kiri perangkat. Exhaust juga berada di bagian bawah notebook. Disisi kanan dan kiri Anda akan menemukan berbagai port konektivitas. Komputer portable ini juga dilengkapi dengan Optical Disk Drive yang terletak disebelah kanan. Pada bagian panel display, X550J dibuat dengan panel layar seluas 15,6 inci. Engsel pada display-nya dapat diputar hingga sekitar 160 derajat, sehingga membuat penggunanya dapat menggunakan notebook ini dengan nyaman meski digunakan sambil dipangku. Terdapat empat lampu LED indikator pada notebook ini, yang dapat menginformasikan kepada Anda mengenai baterai, sinyal WiFi, mode hidup dan lainnya. Anda pun dapat menggunakan kenstington lock untuk mengamankan notebook ini. X550J memiliki bobot yang cukup berat yakni 2,45 Kg. Meski demikian tubuhnya tetap terlihat manis karena dirancang dengan bodi yang tipis. Menelisik sedikit ke bagian atas display, terdapat VGA camera yang dapat Anda gunakan untuk berkomunikasi, seperti video call atau yang lainnya. Adapun yang kurang pada perangkat ini, adalah absen sejumlah port terbaru seperti USB 3.1 dan USB Type C. Itu membuatnya sedikit minus dalam hal kelengkapan port konektivitas. 
 
TouchPad Lega Papan Keyboard Nyaman

Untuk lebih menyempurnakan kenyamanan saat menggunakan notebook A456, ASUS turut merancang papan touchpad yang lebih luas pada body notebook. Dibandingkan dengan notebook brand lain, papan touchpadnya terbilang lebih lebar dengan ukuran 10,5 cm x 7,5 cm. Tentu tidak hanya itu, touchpad ini pun turut  didukung dengan teknologi smart gesture, untuk membuat pengguna dapat lebih mudah mengoperasikannya. Teknologi smart gesture yang  bisa dipergunakan antara lain, tap dua jari di touchpad untuk scrolling layar ke atas maupun ke bawah, melakukan zooming dengan mencubit, dan lainnya. Melengkapi kenyamanan desain keyboardnya, ASUS menyematkan fitur bernama chiclet keyboard untuk keakuratan ketika dipergunakan untuk mengetik.
 
Sekedar informasi, chiclet keyboard membuat jarak antar tuts (tombol keyboard) menjadi lebih lebar. Tujuannya mungkin simple dan sederana. Tetapi ketika diaplikasikan, manfaatnya begitu terasa. Sebab desain jarak antar tuts yang lebih lebar  diharapkan mampu mengurangi typo yang mungkin terjadi saat pengguna sedang sibuk bekerja. Papan ketiknya juga memiliki tingkat kedalaman tombol  yang sangat baik. Ketika dipergunakan untuk mengetik, tombol demi tombol terasa sangat empuk ditekan. Itu membuat penggunaan menjadi lebih nyaman dan betah berlama lama menggunakannya. Agar lebih menambah kenyamanan, pada area di pinggir touchpad, yakni area palmrest, ASUS menanamkan fitur IceCool Technology. Tujuannya agar Anda dapat berlama-lama menggunakan notebook tersebut tanpa khawatir pergelangan atau tangan Anda akan terasa panas. IceCool mampu mengatur agar panas yang dikeluarkan hingga tetap berada pada rentang antara 28 hingga 35 derajat. Artinya, masih di bawah suhu normal tubuh manusia yakni 36 derajat.


 
Layar HD Dilengkapi Teknologi Splendid
 
Masuk pada kualitas layar X550J, notebook satu ini dilengkapi dengan layar seluas 15,6  inci beresolusi HD (1366x768). Sama seperti beberapa produk ASUS yang lain, fitur bernama Splendid Technology turut dibenamkan didalamnya. Teknologi ini mampu mengoptimalisasikan berbagai kondisi gambar agar dapat ditampilkan dengan sebaik mungkin. Sehingga, apapun aktivitas yang Anda lakukan, baik menyaksikan film ataupun melihat foto, semua tampak seperti nyata.
 
Di dalam teknologi Spendid, terdapat empat buah mode yang bisa dipergunakan pengguna untuk menyetel layar agar nyaman ketika dipergunakan. Empat mode tersebut antara lain, Normal Mode, Eye Care Mode, Vivid Mode, dan Manual Mode.Normal Mode adalah, mode dimana LCD telah diprogram (setting) secara lebih optimal untuk kenyamanan tampilan visual. Penggunaan mode ini cocok untuk bekerja sehari hari, seperti mengedit dokumen dan melihat gambar. Eye Care Mode adalah, mode dimana kecerahan pada cahaya biru di layar akan direduksi untuk menghindari cedera pada retina mata. Mode ini dirancang untuk keperluan penggunaan laptop dalam waktu yang lama. Mode ini juga merupakan fitur teknologi terbaru yang telah dirancang oleh para engineer ASUS, dengan mempertimbangkan faktor kesehatan pada mata tadi. Cahaya biru pada layar akan dikurangi hingga 33 persen. Seperti diketahui ketika komputer dalam keadaan hidup (bekerja) display akan menampilkan cahaya biru pada rentang spektrum 450-495 nm. 
 

 
Port Konektivitas Lengkap 
 
Masuk pada aspek konektivitas, secara lengkap notebook ASUS X550J memiliki fitur konektivitas yang cukup lengkap dan memadai. Ditambah lagi dengan kesediaan kapasitas memori (hardisk) yang besar untuk menyimpan berbagai file. Sejumlah port connectivity yang dimiliki oleh notebook ini antara lain, pada bagian depan (muka) terdapat port (SD/ SDHC/ SDXC).Sementara dibagian kanan, ada beberapa port seperti optical disk drive dan USB 3.0. Adapula fitur kensington lock yang menyudut di pojok dekat engsel display. Sementara di bagian kiri, port sengaja ditempatkan lebih lengkap antara lain, USB 3.0, HDMI, VGA port, USB 2.0, dan audio jack 3.5 mm. Seperti diketahui, dengan menggunakan port USB 3.0, proses transfer data akan meningkat jauh lebih cepat 10 kali lipat dibanding USB 2.0. Selain itu port HDMI menambah kelangkapan konektor yang dapat digunakan untuk menghubungkan laptop dengan monitor lebih besar. Selain itu, masih ada port konektor lain yang dapat dipergunakan untuk menghubungkan X550J dengan perangkat lain secara nirkabel yakni Bluetooth 4.0 dan port wifi 802.11 b/g/n/ac. Secara teoritis, standar teknologi wifi yang berjalan pada frekuensi 2,4GHz itu mampu mentransfer data dengan kecepatan hingga 54Mbps.




 
Prosesor Gahar yang Cepat Mengolah Perintah
 
ASUS X550J ditenagai oleh prosesor Intel Core i7 dengan kode nama Haswell. Prosesor yang datang dari generasi keempat itu memiliki kecepatan dasar 2.60 GHz yang dapat di-boost hingga 3.6 GHz. Dengan set instruksi 64-bit, dapat dipastikan bahwa kinerjanya dalam mengolah perintah aplikasi yang lebih lancar dan mulus. Begitupun dengan ruang cache memori sebesar 6 MB, akan menjamin komunikasi antara CPU dan RAM untuk proses pengambilan data akan lebih cepat. Prosesor ini pun memiliki arsitektur chip atau teknik litografi 22 nm. Teknik arsitektur memang terasa cukup ketinggalan mengingat sekarang telah populer teknik litografi 14 nm. 
 
Prosesor ini menggunakan nilai TDP (Thermal Design Power) 47 W. Melihat besaran jumlah watt-nya, prosesor-nya memang terbilang cukup rakus konsumsi daya, tetapi hal itu wajar mengingat perangkat ini memang diperuntukan bagi kelas entry level gaming.   Prosesor berinti 4 (quad core) dengan jumlah untaian atau threads sebanyak 8 ini memiliki kecepatan putaran kipas (fan speed) 3000 RPM. Dengan memiliki jumlah inti sebanyak saling menopang untuk memproses ragam jenis aplikasi yang berjalan. Manakala aplikasi tersebut tidak terlalu membutuhkan kinerja yang tinggi maka jumlah inti yang hidup hanya sedikit.

 

Bermain Game Casual Hingga Berat, Siapa Takut!
 
GudangGaming sendiri telah mencoba laptop ini dengan beberapa jenis game yang cukup berat. Seperti Dota 2 dan Mortal Kombat Complete Edition. Konfigurasi grafis disetel pada tingkat tertinggi untuk mengetahui seberapa kuat dan mulus sang notebook ini menjalankan game tersebut. Hasilnya cukup memuaskan, X550J mampu menjalankan game-game itu dengan tampilan grafis yang mulus dan frame rate yang cukup baik dan stabil. Sejauh yang dirasakan tidak ada screen tearing atau layar yang patah saat memainkan game meski telah disetel dengan konfigurasi grafis paling tinggi sekalipun. Menggunakan aplikasi fraps, diketahui bahwa tingkat FPS notebook tersebut saat memainkan beberapa game tersebut, tidak pernah jauh-jauh dari angka 60 FPS.



 

Speaker Jernih dan Menggelegar
 
ASUS X550JX memiiki peletakan speaker yang sedikit berbeda. Jika pada produk notebook ASUS lainnya, semisal E202, speaker ditempatkan dibawah area palmrest. Speaker pada X550J justru dipasangkan di bagian atas persis diatas tuts keryboard, dibawah layar. Dampaknya, suara yang dikelurkan bisa dirasakan secara langsung menuju telinga pengguna. Ketika mencobanya dengan memainkan musik, menonton film, dan bermain game dengan volume suara maksimal diangka 100 persen, hasilnya lebih dari cukup dan tidak mengecewakan. Reproduksi suaranya jernih dan cukup menggelegar. Speaker pun tidak pecah dan terdengar bulat. Pada speakernya, X550J menggunakan sound card dari Conexant SmartAudio HD. Terdapat beberapa fitur untuk mengoptimalkan keluaran suara dari speaker menggunakan aplikasi bernama SmartAudio dan Audio Wizard. 

 
SmartAudio memiliki empat fitur didalamnnya yakni Volume Mixer, Voice Effect, SmartEQ/3D Setting dan Jack Configuration. Keempat fitur tersebut memiliki manfaat masing-masing antara lain, Volume Mixer dapat dipergunakan untuk mengatur ulang suara pada speaker dan microfon. Keluaran audio pun dapat disesuaikan apakah ingin diseimbangkan atau lebih keras ke sisi bagian kanan atau kiri notebook. Sementara Audio Wizard adalah aplikasi yang dapat berfungsi sebagai pemberi “rasa” pada suara yang dihasilkan. Semisal ketika Anda sedang mendengarkan musik, dapat menggunakan Music Mode agar “rasa” suara yang keluar terdengar lebih asik. Melalui AudioWizard, pengguna dapat men-setting suara ke dalam lima buah mode, yakni music mode, movie mode, recording mode, gaming mode, speech mode, atau juga mematikannya. 



Hasil Benchmark



Harga dan ketersediaan

Berdasarkan informasi yang penulis ketahui, notebook ini dibanderol dengan harga Rp7.699.000. Pihak ASUS mengatakan produknya kali ini bisa ditemui dengan mudah dimanapun, baik secara online maupun offline.  




 
5.0

Rating

Review ASUS X550JX Notebook Gaming Harga Miring